Kepolisian Sektor (Polsek) Jatinegara meningkatkan patroli dan pengamanan tertutup sebagai langkah pencegahan guna menekan tindak kejahatan berupa maraknya aksi pencopetan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono menyebut bahwa maraknya aksi pencopetan di JPO Stasiun Jatinegara menjadi perhatian serius pihak kepolisian, sehingga langkah patroli secara rutin dilaksanakan.
Polsek Jatinegara telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi aksi copet yang kerap terjadi di area JPO. Selain patroli terbuka, pengamanan tertutup juga diterapkan untuk memantau aktivitas mencurigakan secara lebih efektif tanpa diketahui pelaku kejahatan. Kombinasi antara patroli rutin dan pengawasan tertutup diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku pencopetan di kawasan tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif dalam menjaga keamanan diri. Pengguna jasa kereta, khususnya yang melintas di JPO Stasiun Jatinegara, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaannya. Diharapkan langkah preventif dari kepolisian dapat menekan angka kriminalitas di kawasan Jatinegara dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar stasiun.
Dalam upaya pencegahan aksi pencopetan, Polsek Jatinegara berhasil menangkap dua pelaku yang sering terlibat dalam kegiatan kejahatan di JPO Stasiun Jatinegara. Kedua pelaku diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dimana salah satu pelaku sudah dijerat dengan Pasal 307 KUHP terbaru terkait kepemilikan senjata tajam. Polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap pelaku lain dan kemungkinan adanya jaringan pelaku pencopetan di kawasan tersebut. Selain itu, aksi pencopetan yang viral di media sosial juga menjadi perhatian serius pihak kepolisian dalam membantu meningkatkan keamanan dan ketertiban di Jatinegara.












