Warga Desa Pinang, Kecamatan Enrekang, menunjukkan penolakan mereka terhadap rencana penambangan emas dengan memasang spanduk bertuliskan “Tolak Tambang Emas, Lebih Baik Jual Jagung daripada Jual Emas. EMAS: Enrekang Masolang #Riso100%Menolak.” Tindakan ini mencerminkan kekuatan resistensi terhadap kehadiran tambang emas di wilayah pegunungan Enrekang. Warga merasa khawatir akan dampak besar yang mungkin timbul dari operasi tambang emas dan telah hidup sejahtera melalui pertanian dan peternakan. Mereka merasa tidak perlu tambang emas sebagai tambahan mata pencaharian. Warga juga mengekspresikan kekesalannya terhadap pemerintah yang memberikan dukungan kepada investor dalam proyek pertambangan yang kontroversial ini. Mereka lebih sensitif terhadap potensi kerusakan lingkungan, pencemaran air, konflik sosial, dan ancaman terhadap kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas tambang emas. Menurut mereka, risiko yang ditimbulkan oleh tambang emas jauh lebih besar daripada manfaat yang dapat diperoleh. Oleh karena itu, upaya penolakan terhadap tambang emas di Enrekang semakin intens dan semakin kuat.
Penolakan Warga Terhadap Tambang Emas di Enrekang: Menguat
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, secara terbuka mengevaluasi kualitas kepemimpinan Menteri Kehutanan,…

Pemerintah Indonesia Memilih Menangani Banjir dan Longsor di Sumatera Tanpa Bantuan Asing Pemerintah Indonesia telah…

M. Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, telah menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi seputar ijazah…

Aktivis Virdian Aurellio menyampaikan kekecewaannya terhadap negara yang dianggap tidak serius dalam mengatasi kerusakan alam…

Guru besar dan sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, menyatakan keyakinannya…







