Kompetisi Super League 2025/2026 sudah memasuki paruh musim, di mana beberapa klub telah memecat pelatih mereka karena performa negatif. Pelatih asal Portugal menjadi sorotan utama, dengan tiga pelatih asal Portugal mundur atau dipecat hingga pekan ke-13. Bernardo Tavares mundur dari PSM Makassar, Eduardo Almeida dipecat dari Semen Padang FC, dan Mario Lemos dipecat dari Persijap Jepara. Keputusan ini diambil setelah diskusi mengenai pengembangan jangka panjang klub. Divaldo Alves, yang masih melatih PSBS Biak, adalah satu-satunya pelatih asal Portugal yang tersisa di Super League. Catatan buruk pelatih asal Portugal ini menjadi perhatian serius, dan bakal menjadi alarm bagi mereka. Itulah penjabaran singkat tentang tren pelatih asal Portugal di musim ini.
Penampilan Buruk Pelatih Portugal di Super League 2025/2026
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, secara terbuka mengevaluasi kualitas kepemimpinan Menteri Kehutanan,…

Pemerintah Indonesia Memilih Menangani Banjir dan Longsor di Sumatera Tanpa Bantuan Asing Pemerintah Indonesia telah…

M. Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, telah menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi seputar ijazah…

Aktivis Virdian Aurellio menyampaikan kekecewaannya terhadap negara yang dianggap tidak serius dalam mengatasi kerusakan alam…

Guru besar dan sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, menyatakan keyakinannya…





