Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah menarik perhatian publik Indonesia setelah resmi beroperasi. Namun, yang mengejutkan adalah kenyataan bahwa kereta cepat ini mengalami masalah keuangan, dengan utang mencapai Rp116 triliun. Mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal, menyoroti situasi ini dan menyatakan bahwa kerugian Whoosh terus bertambah. Dia menduga ada skenario markup pembiayaan dalam proyek ini dan meminta KPK dan Kejagung untuk turun tangan dalam kasus tersebut. Sepertinya jawaban atas kerugian Whoosh sedang disiapkan, namun penegak hukum diharapkan segera bertindak agar kasus ini bisa diatasi.
Whoosh Terbelit Utang Rp116 Triliun: Dorong KPK dan Kejagung
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, secara terbuka mengevaluasi kualitas kepemimpinan Menteri Kehutanan,…

Pemerintah Indonesia Memilih Menangani Banjir dan Longsor di Sumatera Tanpa Bantuan Asing Pemerintah Indonesia telah…

M. Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, telah menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi seputar ijazah…

Aktivis Virdian Aurellio menyampaikan kekecewaannya terhadap negara yang dianggap tidak serius dalam mengatasi kerusakan alam…

Guru besar dan sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, menyatakan keyakinannya…





