Polres Metro Jakarta Pusat Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pencurian Barang Inventaris Karang Taruna
Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat telah menetapkan dua tersangka dalam kasus pencurian barang inventaris Karang Taruna Kelurahan Bungur. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robby Saputra, penetapan ini didasarkan pada keterangan saksi dan alat bukti yang ada.
Pendalaman Peran Tersangka
Robby menegaskan bahwa pihak kepolisian sedang menggali lebih dalam peran kedua tersangka, yakni FR dan DI, dalam kasus ini. Mereka terbukti mengambil berbagai barang inventaris seperti alat band, alat press sablon, dan sound system dari Karang Taruna Kelurahan Bungur. Proses pendalaman juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara kedua tersangka mengambil barang tersebut, dijual ke mana, serta untuk apa uang hasil penjualan barang curian tersebut digunakan.
Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka dalam kasus ini, baik sebagai pelaku maupun penadah barang curian. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk menemukan kemungkinan adanya orang yang berperan sebagai otak di balik aksi pencurian ini.
Ancaman kepada Warga yang Melaporkan Kehilangan Barang
Selain itu, warga RW 03 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, yaitu RL (38), mengalami ancaman dari lima orang yang tidak dikenal setelah melaporkan kehilangan barang inventaris Karang Taruna Kelurahan Bungur. Kejadian ini membuat RL membuat laporan polisi di Mapolres Metro Jakarta Pusat pada Senin, 25 Mei 2026.
Rincian Kejadian
RL menceritakan bahwa pada tanggal 19 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, saat dia hendak masuk ke rumah, ia dihadang oleh lima orang tak dikenal, terdiri dari tiga pria dan dua wanita. Mereka meminta RL untuk mencabut laporannya terkait hilangnya barang inventaris Karang Taruna Kelurahan Bungur dan mengancam akan membunuhnya. Salah satu dari lima orang tersebut bahkan menempelkan pisau ke tubuh RL sambil mengancam.
Ancaman ini membuat RL shock dan terdiam sebentar di depan pintu rumahnya sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah. Kejadian ini menjadi gambaran serius tentang tindakan kekerasan terhadap warga yang mencoba melaporkan aksi pencurian.












