Bencana banjir di sejumlah daerah di Pulau Sumatera telah menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak. Sementara itu, pernyataan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sebuah acara di Jakarta menjadi sorotan. Dalam pidatonya di Geopolitical Forum IX dengan tema “Geoeconomic Fragmentation and Energy Security”, Bahlil menyoroti isu pelarangan aktivitas membabat hutan dan tambang di Indonesia. Ia mengekspresikan keheranannya terhadap protes yang muncul saat pemerintah berusaha memanfaatkan kekayaan alam negara sendiri sebagai upaya untuk mengembangkan pembangunan nasional. Bahlil juga membandingkan keadaan Indonesia dengan negara maju lainnya, mengungkapkan bahwa negara-negara tersebut telah melakukan eksploitasi sumber daya alam pada masa lalu yang lebih masif daripada yang dilakukan Indonesia saat ini. Pertanyaan pun diajukan oleh Bahlil tentang mengapa tidak ada protes saat negara-negara maju melakukan aktivitas eksploitasi alam pada masanya.
Banjir di Sumatera, Video Bahlil Pertanyakan Dampak Larangan Hutan & Tambang
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, secara terbuka mengevaluasi kualitas kepemimpinan Menteri Kehutanan,…

Pemerintah Indonesia Memilih Menangani Banjir dan Longsor di Sumatera Tanpa Bantuan Asing Pemerintah Indonesia telah…

M. Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, telah menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi seputar ijazah…

Aktivis Virdian Aurellio menyampaikan kekecewaannya terhadap negara yang dianggap tidak serius dalam mengatasi kerusakan alam…

Guru besar dan sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, menyatakan keyakinannya…





