Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melaporkan bahwa ada sebanyak 178 pendaki yang terjebak di Ranu Kumbolo, sebuah lokasi di jalur pendakian Semeru, setelah Gunung Semeru mengalami erupsi dan menyebarkan awan panas guguran sejauh 14 kilometer. Para pendaki yang terjebak terdiri dari berbagai pihak, termasuk pendaki, petugas, porter, tim penyelamat, dan rombongan dari Kementerian Pariwisata.
Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Septi Eka Wardhani menyatakan bahwa total ada 178 orang di Ranu Kumbolo, dengan berbagai peran masing-masing. Situasi medan yang cukup sulit membuat evakuasi malam hari menjadi tidak direkomendasikan, karena risiko yang tinggi terutama karena kondisi gelap, licin, dan rawan longsor.
Mengingat situasi tersebut, BB TNBTS meminta seluruh pengunjung untuk tetap berada di Ranu Kumbolo sambil tetap siaga apabila situasi memerlukan turun secepatnya. Meski demikian, Pranata Humas BB TNBTS, Endrip Wahyutama menegaskan bahwa posisi Ranu Kumbolo relatif aman dari luncuran awan panas Semeru.
Pengunjung diimbau untuk tidak melakukan perjalanan malam ini ke Ranupani karena cuaca buruk dan risiko medan yang meningkat. Koordinasi terus dilakukan dengan pemandu PPGST untuk memastikan keselamatan dan keamanan semua pengunjung yang berada di lokasi.










