Kejahatan penipuan online semakin marak terjadi di Indonesia dengan berbagai modusnya. Salah satu modus terbaru yang digunakan adalah memanfaatkan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Seorang praktisi teknologi digital yang dikenal sebagai Mr. Bert menunjukkan contoh modus penipuan ini melalui akun Instagramnya @realmrbert. Dengan teknologi AI, penipu bisa membuat korban terperdaya dengan kemiripan yang dibuat oleh aplikasi canggih yang bisa membuat orang terlihat sangat mirip dengan orang lain.
Contoh yang diberikan adalah ketika wujud Raffi Ahmad yang sangat mirip dengan aslinya digunakan untuk menipu korban dengan berpura-pura bahwa mereka telah memenangkan giveaway sejumlah uang. Modus ini semakin kompleks dengan suara yang dibuat sangat mirip dengan suara asli dari Raffi Ahmad. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap modus penipuan baru yang bisa melibatkan tidak hanya panggilan telepon tetapi juga video call.
Dalam laporan sebelumnya, kerugian masyarakat Indonesia akibat penipuan online mencapai Rp7,3 triliun. Hal ini berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah meluncurkan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Pasti). Kerugian yang begitu besar ini disebabkan oleh berbagai modus penipuan online yang semakin canggih dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap modus-modus baru yang bisa mengancam keamanan online kita.










