Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengangkat beberapa nama menjadi pahlawan nasional. Pengangkatan dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta pada hari Senin. Ada sekitar 10 nama yang dikukuhkan dalam penganugrahan Pahlawan Nasional sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK Tahun 2025.
Beberapa nama yang termasuk di antaranya adalah Soeharto, Abdurrachman Wahid alias Gus Dur, Muhammad Kholil dari Nahdlatul Ulama, serta Marsinah dan beberapa tokoh lainnya dari era Orde Baru. Respons dari Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Umar Hasibuan menunjukkan pendapat berbeda dengan menyatakan bahwa Sumitro Djojohadikusumo layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Dia mengungkapkan pendapatnya melalui media sosial pribadinya, menyatakan lebih setuju dengan Sumitro Djojohadikusumo daripada Soeharto.
Kontroversi seputar pengusulan dan pengukuhan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional memicu berbagai debat di masyarakat. Umar Hasibuan menyampaikan preferensinya terhadap Sumitro Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional melalui cuitan di media sosial pribadinya. Sumitro Djojohadikusumo dianggap lebih layak mendapat gelar tersebut menurut Umar.










