Presiden kedua Indonesia, Soeharto, pada tahun 1982, mendirikan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila dengan tujuan membangun masjid di seluruh Indonesia. Yayasan ini didirikan untuk membantu memperluas tempat ibadah umat Muslim, terutama di daerah yang kurang memiliki fasilitas keagamaan. Kisah ini disampaikan langsung oleh Siti Hardiyanti Rukmana, atau lebih dikenal sebagai Mbak Tutut, anak dari Presiden Soeharto.
Soeharto merasa peduli terhadap pembangunan tempat ibadah, terlihat ketika ia melihat warga mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid pada tahun 1970-an. Dengan ini, Soeharto kemudian mempertimbangkan PNS dan anggota militer Muslim untuk dilibatkan dalam pengumpulan dana tersebut. Ia meyakini bahwa partisipasi dari Anggota Militer dan PNS dalam membangun masjid sebagai amal jariah sangat penting.
Pemotongan gaji dilakukan secara sukarela dan bervariasi mulai dari Rp50 perak, Rp100 perak, hingga Rp500 perak, tergantung pada besaran gaji individu. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membangun masjid di daerah terpencil di Indonesia yang sulit mendapatkan bantuan. Tindakan Soeharto ini merupakan bentuk ajakan untuk menyumbang yang tidak hanya membangun masjid, tetapi juga berdampak positif bagi umat Muslim di Indonesia.












