Berita  

Evaluasi Keteledoran Pemusnahan Amunisi di Garut: Apa yang Dilakukan KSAD?

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan pandangannya terkait insiden ledakan yang terjadi di Garut, Jawa Barat, yang menelan korban jiwa. Dalam pernyataannya, KSAD menegaskan bahwa TNI akan segera melakukan evaluasi terkait dugaan keteledoran dalam proses pemusnahan amunisi afkir yang menjadi penyebab tragedi tersebut.

Menurut Maruli, wilayah Kecamatan Cibalong, Garut, telah digunakan sebagai lokasi penghancuran amunisi sejak tahun 1985. Namun, karena perkembangan pembangunan, warga sekitar kini tinggal semakin dekat dengan lokasi tersebut dan bahkan terlibat dalam aktivitas pendukung seperti memasak dan membersihkan area. Hal ini menjadi salah satu titik evaluasi karena keteledoran-keteledoran tersebut berdampak pada kejadian tragis ini.

Meskipun kejadian ini sangat disesalkan, KSAD menyatakan bahwa Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, masih dapat dipertimbangkan untuk digunakan sebagai lokasi pemusnahan amunisi di masa depan. Menurutnya, insiden ledakan kali ini merupakan yang pertama setelah lebih dari 35 tahun proses pemusnahan dilakukan di wilayah tersebut.

Dalam upaya mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang, KSAD memastikan bahwa TNI akan meningkatkan pengamanan di lokasi pemusnahan dan melarang keterlibatan warga sipil dalam proses tersebut. Selain itu, KSAD juga akan terus melakukan evaluasi terkait sistem pengelolaan amunisi untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Source link