Ferdinand Hutahaean, seorang politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengekspresikan sindiran pedas terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dianggapnya mudah tersentuh emosi dalam wawancara dengan beberapa media. Melalui akun media sosialnya, Ferdinand mencatatkan bahwa ia telah melihat potongan wawancara Prabowo dengan sejumlah media di Hambalang. Dalam komentar yang dibuat di X @ferdinand_mpu (8/4/2025), Ferdinand menyatakan pemikirannya bahwa Prabowo seharusnya minum lebih banyak jus timun agar tidak mudah marah. Dia percaya bahwa dengan rajin minum jus timun, Presiden Indonesia ini dapat lebih baik mengendalikan emosinya. Selain itu, Ferdinand juga memberikan saran agar Prabowo lebih responsif terhadap aspirasi langsung dari rakyat. Menurutnya, Prabowo seharusnya mendengarkan suara rakyat secara langsung, bukan hanya mendengarkan aspri-aspri saja. Sebelumnya, Prabowo menerima kunjungan dari tujuh pemimpin redaksi media besar nasional di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025). Prabowo membagikan momen tersebut melalui akun Instagram resminya. Selama pertemuan tersebut, Prabowo berdiskusi dengan para jurnalis senior mengenai isu-isu aktual yang sedang menjadi perhatian publik, termasuk penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kontroversi terkait Undang-Undang TNI. Beberapa tokoh media yang ikut hadir dalam pertemuan itu antara lain Alfito Deannova Gintings (Pemimpin Redaksi Detikcom), Lalu Mara Satriawangsa (tvOne), Uni Lubis (IDN Times), Najwa Shihab (Founder Narasi), Sutta Dharmasaputra (Kompas), Retno Pinasti (SCTV-Indosiar), dan Valerina Daniel (TVRI).
Kader PDIP Sindir Presiden Prabowo: Cara Mengendalikan Kemarahan dengan Jus Timun
Read Also
Recommendation for You

Unggahan yang dibagikan oleh Muhammad Said Didu di platform media sosial telah menarik perhatian publik…

Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026 untuk memberikan kepastian…

Presiden Prabowo Subianto menciptakan kegemparan di kalangan para pengamat ekonomi dengan pernyataannya yang menargetkan pengamat…

Pemerintah telah menganggarkan Rp55 triliun untuk pembayaran THR kepada 10,5 juta aparatur negara, termasuk Presiden…

Penetapan awal bulan Syawal 1447 H tahun ini mengacu pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih…







