Muhammad Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, tidak setuju dengan penanganan yang kurang tegas terhadap judi online di Indonesia. Dia menilai bahwa ada kemungkinan keterlibatan elite penguasa dalam bisnis haram tersebut, yang dapat membawa negara ke jurang kehancuran. Said Didu merasa bahwa upaya pemberantasan judi online terlambat dan masih marak, meskipun telah menjadi sorotan publik. Terungkap bahwa bisnis judi online di Kamboja melibatkan pengusaha dan politisi asal Indonesia, yang menjadi perhatian setelah diinvestigasi oleh Majalah Tempo dan disiarkan melalui siniar Bocor Asus Politik. Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, juga mengkritik Presiden Prabowo Subianto untuk tidak tegas mengatasi masalah judi online di Indonesia. Dia menyampaikan kekhawatiran atas banyaknya korban yang telah terjadi akibat judi online, menggambarkan pengalaman temannya yang harta kekayaannya habis karena anaknya kecanduan judi online. Kasus ini mengekspos dampak negatif dari perjudian online dan perlunya tindakan yang lebih keras untuk melindungi masyarakat.
Sindiran Said Didu: Alasan Presiden Menolak Menindak Judol
Read Also
Recommendation for You

Polemik seputar buku yang menyinggung Presiden ke-7, Jokowi, mendadak menjadi perbincangan hangat. Hal ini dipicu…

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah saat ini dianggap sebagai langkah penting dalam…

Unggahan yang dibagikan oleh Muhammad Said Didu di platform media sosial telah menarik perhatian publik…

Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026 untuk memberikan kepastian…

Presiden Prabowo Subianto menciptakan kegemparan di kalangan para pengamat ekonomi dengan pernyataannya yang menargetkan pengamat…







