Profesor Komunikasi dari Universitas Airlangga, Henri Subiakto, mengungkapkan adanya kekhawatiran terkait rencana pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurut Profesor Henri, ada pihak yang tidak menyukai hingga khawatir jika kedua tokoh ini bertemu, yang kemungkinan ingin memecah belah dan melemahkan bangsa. Unggahannya dapat diinterpretasikan sebagai sindiran terhadap Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kini tidak menjalin hubungan baik dengan Megawati seperti sebelumnya, terutama setelah diberhentikan sebagai kader PDIP. Meskipun demikian, Jokowi sendiri menyatakan dukungannya terhadap pertemuan Prabowo dan Megawati, menganggap hal tersebut sebagai langkah positif untuk Indonesia. Rencana pertemuan antara Prabowo dan Megawati meluap setelah peringatan HUT ke-52 PDIP pada 10 Januari 2025 lalu, di mana Megawati menyebutkan hubungannya dengan Prabowo dalam pidatonya. Dia juga membagikan pengalamannya bahwa Ketua Umum Gerindra ini sangat menyukai nasi goreng buatannya. Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, mengakui menjadi perantara komunikasi antara keduanya dan berharap pertemuan tersebut dapat terwujud dalam bulan ini.
“Ketar-ketir: Pertemuan Prabowo dan Megawati”
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, secara terbuka mengevaluasi kualitas kepemimpinan Menteri Kehutanan,…

Pemerintah Indonesia Memilih Menangani Banjir dan Longsor di Sumatera Tanpa Bantuan Asing Pemerintah Indonesia telah…

M. Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, telah menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi seputar ijazah…

Aktivis Virdian Aurellio menyampaikan kekecewaannya terhadap negara yang dianggap tidak serius dalam mengatasi kerusakan alam…

Guru besar dan sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, menyatakan keyakinannya…





