Polisi Tangkap 152 Anak dan Perempuan Terlibat Aksi Massa di DPR

152 Individu Diamankan Terkait Aksi Massa di DPR

Jakarta – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPA-TPPO) telah mengamankan total 152 individu terkait penanganan aksi massa sebelumnya di DPR pada Kamis (27/8).

Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, Direktur Reserse PPA-TPPO, menjelaskan bahwa penanganan ini merupakan bagian dari kegiatan pencegahan dan evaluasi rutin untuk mengantisipasi gangguan ketertiban yang melibatkan masyarakat, terutama anak-anak di bawah umur.

Identifikasi dan Tindakan

Dari total 152 individu yang diamankan, sebanyak 123 di antaranya adalah pelajar aktif dan 25 lainnya tidak sedang bersekolah. Sebagian besar dari mereka telah dipulangkan, namun lima anak masih menunggu dijemput orang tua, dua sedang dalam pemeriksaan, dan proses hukum sedang berjalan bagi anak yang terlibat dalam aksi berbahaya.

Menurut Rita, polisi telah menemukan bukti niat dan persiapan aksi berbahaya dari beberapa anak, termasuk bahan bakar bensin yang dicampur dengan buah Bintaro kering. Barang bukti ini direncanakan untuk dibakar dan dilemparkan ke kerumunan massa.

Kolaborasi dalam Penanganan Kasus

Proses hukum untuk kasus ini melibatkan kerjasama lintas instansi, termasuk Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kementerian Sosial, UPT PPA Provinsi DKI Jakarta, serta Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham. Anak-anak yang memiliki status saksi atau terduga pelaku mendapatkan pendampingan dari Pekerja Sosial dan Pembimbing Kemasyarakatan di Bapas.

Seluruh prosedur penanganan kasus dipastikan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) yang menekankan perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak.

Masyarakat dan para orang tua juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, sehingga mereka tidak mudah terprovokasi atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kepolisian mendorong semua pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

Source link