Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi P2G, mengutarakan pandangannya terkait pembelajaran daring bagi anak sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia membandingkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digunakan dalam pembelajaran tatap muka dengan operasional MBG. Dia menyoroti berbagai konsumsi BBM, mulai dari pasokan bahan makanan, distribusi, hingga penggajian pegawai SPPG yang terlibat dalam program tersebut.
Iman Zanatul Haeri mempertanyakan kebijakan pembelajaran daring dengan pertimbangan konsumsi listrik rumah yang juga memerlukan BBM. Dia menyoroti mengapa pilihan program MBG tidak diprioritaskan sebagai langkah efisiensi dalam penggunaan BBM. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pendidikan peserta didik di seluruh Indonesia.
Menurut Menko Pratikno, efisiensi dalam kebijakan harus didasarkan pada data konsumsi energi dan tingkat mobilitas. Dia menekankan pentingnya pengalaman pengaturan mobilitas selama masa pandemi sebagai referensi utama dalam merumuskan kebijakan ini. Pembelajaran praktikum diarahkan untuk tetap berlangsung tatap muka, sementara metode daring akan diterapkan pada materi pelajaran yang dinilai efektif disampaikan secara jarak jauh.
