Polemik seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi topik hangat, terutama setelah Waketum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, menyuarakan kekhawatannya terhadap perdebatan mengenai kualitas dan standar gizi program tersebut. Teddy menyoroti ketidakseimbangan dalam sorotan publik terhadap program MBG. Dia bertanya mengapa hanya dapur MBG yang bermasalah yang mendapat sorotan, sementara dapur yang memenuhi standar gizi jarang diperbincangkan.
Teddy mengingatkan bahwa pemerintah dan DPR telah mengambil tindakan terhadap dapur MBG yang tidak memenuhi standar. Beberapa telah diberhentikan dan yang lainnya sedang dievaluasi. Namun, menurut Teddy, masalah pada oknum tidak seharusnya menjadi alasan untuk menutup seluruh program. Menanggapi pernyataan Teddy, Pegiat politik, ekonomi, dan sosial, Arif Wicaksono, menyoroti desain program MBG yang dianggap memiliki cacat. Arif menekankan bahwa masalah tidak hanya berasal dari oknum yang buruk, tetapi juga mencerminkan kesalahan dalam perancangan program itu sendiri. Sebagai solusi, Arif menyarankan pemerintah untuk memperbaiki rancangan program tersebut tanpa rasa malu atau gengsi.
Teddy Gusnaidi: Jangan Tutup Program Soal Dapur MBG












