Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palengaan mendadak menarik perhatian publik. Kontroversi muncul saat 2.030 siswa hanya diberikan satu butir kelapa muda untuk dikonsumsi selama dua hari. Hal ini dianggap sebagai langkah yang tidak masuk akal dalam pemenuhan gizi anak. Media sosial ikut merespon, termasuk Jhon Sitorus yang menyebut kebijakan ini sebagai pelecehan terhadap rakyat dan anak-anak bangsa. Ia mempertanyakan dasar perhitungan gizi dalam pembagian tersebut. Jhon menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Kritik yang disampaikan publik bukan berarti benci terhadap program, melainkan bentuk kepedulian. Pasalnya, program ini menggunakan anggaran negara yang berasal dari pajak rakyat. Oleh karena itu, kritik ini seharusnya dilihat sebagai upaya monitoring, bukan kebencian. Program MBG masih memiliki potensi yang baik, namun perlu disempurnakan agar tujuan pemenuhan gizi anak benar-benar tercapai.
Kelapa Muda MBG Bikin Kontroversi, Jhon Sitorus: Pelecehan Rakyat
Read Also
Recommendation for You

Unggahan yang dibagikan oleh Muhammad Said Didu di platform media sosial telah menarik perhatian publik…

Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026 untuk memberikan kepastian…

Presiden Prabowo Subianto menciptakan kegemparan di kalangan para pengamat ekonomi dengan pernyataannya yang menargetkan pengamat…

Pemerintah telah menganggarkan Rp55 triliun untuk pembayaran THR kepada 10,5 juta aparatur negara, termasuk Presiden…

Penetapan awal bulan Syawal 1447 H tahun ini mengacu pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih…







