Pada 26 November 2026, berita tentang Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU direspons oleh Herwin Sudikta, seorang pegiat media sosial. Bagi Herwin, berakhirnya masa kepemimpinan Gus Yahya harus dijadikan momentum bagi PBNU untuk kembali pada khitahnya. Selama kepemimpinan Gus Yahya, PBNU lebih dikenal karena kontroversi daripada prestasi menurut Herwin. Marwah dari organisasi Islam terbesar di Indonesia sempat tercoreng oleh sejumlah polemik yang terjadi. Herwin menilai bahwa di bawah kepemimpinannya, PBNU lebih sering terlibat dalam kegaduhan daripada memberikan keteladanan. Kasus yang menyeret adik Gus Yahya juga disebutnya telah merugikan citra organisasi tersebut. Herwin menegaskan bahwa saatnya PBNU kembali fokus pada peran sosial dan keagamaan serta menjauh dari urusan yang bersifat pragmatis. Rais Aam Nahdlatul Ulama, Miftachul Akhyar, ditunjuk sebagai pengganti Gus Yahya setelah diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU.
Gus Yahya Tidak Lagi Ketum PBNU: Herwin Sudikta Mendorong Kembali ke Dakwah
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, secara terbuka mengevaluasi kualitas kepemimpinan Menteri Kehutanan,…

Pemerintah Indonesia Memilih Menangani Banjir dan Longsor di Sumatera Tanpa Bantuan Asing Pemerintah Indonesia telah…

M. Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, telah menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi seputar ijazah…

Aktivis Virdian Aurellio menyampaikan kekecewaannya terhadap negara yang dianggap tidak serius dalam mengatasi kerusakan alam…

Guru besar dan sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, menyatakan keyakinannya…





