Mantan Menko Polhukam, Prof Mahfud MD, mempertegas kewajiban pemerintah untuk melunasi biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dengan Tiongkok. Menurutnya, kontrak internasional yang sudah ditandatangani mengikat secara hukum, sehingga pembayaran harus dilakukan. Namun, Mahfud juga menegaskan pentingnya penyelidikan terhadap indikasi penyimpangan dana dalam proyek tersebut, meskipun pembayaran sudah dilakukan. Dia juga menyarankan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk fokus pada pemberantasan korupsi di lingkungan Kementerian Keuangan setelah isu Whoosh ditarik ke level Presiden. Analis Politik dan Pembangunan, Agus Wahid, juga menyoroti sikap Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan kesiapan pemerintah untuk menanggung kerugian proyek Whoosh. Ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap proyek-proyek besar seperti ini untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Mahfud MD: Utang Whoosh Harus Dibayar, Namun Dugaan Korupsi Perlu Diusut
Read Also
Recommendation for You

Film Dokumenter “Pesta Babi” Menuai Kontroversi, Dandhy Laksono Serukan Menolak Militerisasi Papua Film dokumenter berjudul…

Peringatan Dini Cuaca BMKG BMKG: 30 Wilayah Diprediksi Diguyur Hujan Lebat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan…

Film Dokumenter Watchdoc Gratis Tarik Minat Penonton Sebuah film dokumenter Watchdoc berjudul “Pesta Babi” saat…

Kemenkes: Integrasi Rekam Medis Elektronik Bermasalah, Ribuan Rumah Sakit Kena Sanksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru…








