Nissan telah memberikan indikasi kuat bahwa GT-R akan kembali, tetapi belum ada kepastian mengenai bentuk baru dari mobil sport ikonik ini – apakah akan menjadi listrik, pembakaran, atau hibrida. Produsen mobil ini sedang menjajaki berbagai kemungkinan untuk supercar masa depan ini. Meskipun belum ada rencana yang pasti, Guillaume Cartier, kepala kinerja Nissan, menyatakan bahwa perusahaan sedang menjelajahi “rute yang berbeda” untuk supercar baru ini. Setelah konsep Hyper Force pada tahun 2003, dengan kendaraan listrik beremisi nol dan 1.341 tenaga kuda, Nissan masih dalam tahap eksplorasi untuk menentukan arah GT-R selanjutnya setelah produksi R35 berakhir.
Dalam pengumuman awal tahun ini, CEO dan Presiden Nissan, Ivan Espinosa, menyatakan keinginan perusahaan untuk membawa kembali GT-R di masa depan, meskipun tanpa jadwal yang pasti. Meskipun begitu, Nissan mengakui bahwa GT-R akan “berevolusi dan muncul di masa depan,” menunjukkan keyakinan akan kelangsungan warisan supercar ini. Meskipun ada optimisme di internal perusahaan, situasi keuangan saat ini dapat membuat sebuah supercar baru menjadi proyek yang mahal. Oleh karena itu, ada kemungkinan besar bahwa penerus R35 akan menjadi sebuah supercar hybrid, memadukan mesin pembakaran yang kuat dengan bantuan tenaga listrik.
Meskipun ada beberapa spekulasi tentang kemungkinan GT-R hybrid yang akan menghasilkan tenaga lebih besar dari pendahulunya, Nissan sendiri tidak memiliki keterangan resmi mengenai rencana untuk generasi berikutnya. Namun, penggemar GT-R diharapkan untuk mendengar perkembangan lebih lanjut tentang supercar yang ikonis ini dalam waktu dekat. Meskipun belum ada penjelasan resmi dari Nissan, teka-teki mengenai GT-R generasi berikutnya masih menjadi topik yang menarik untuk diikuti.












