Powertrain listrik lebih sederhana dibandingkan dengan mesin pembakaran internal namun tetap mengesankan dalam kemampuan teknis yang dapat membantu pengguna dalam perjalanan mereka. Baterai merupakan komponen utama dari setiap kendaraan listrik, yang mempengaruhi jarak tempuh dan kecepatan pengisian daya. Namun, motor traksi adalah yang mengubah energi dari baterai menjadi gerakan maju. Bagian dalam motor ini sangat menarik namun sering kurang dipahami oleh kebanyakan orang.
Hyundai telah memberikan penjelasan yang detail tentang cara kerja motor listrik pada mobil listriknya, serta penyesuaian yang memungkinkan mobil Hyundai Ioniq 5 N dan Kia EV6 GT memiliki performa yang impresif. Sebagai permulaan, motor listrik terdiri dari motor, peredam, dan inverter. Motor menghasilkan torsi, peredam memindahkan torsi ke roda, dan inverter mengubah daya DC dari baterai menjadi AC untuk motor. Hyundai menjelaskan bahwa inverter memengaruhi distribusi daya dan efisiensi.
Dalam pengemudian normal, inverter dapat memainkan peranan penting dalam respons kendaraan terhadap aksi pengemudi. Dengan menggunakan voltase baterai yang tinggi atau meningkatkan arus motor, performa kendaraan dapat ditingkatkan. Hyundai telah merancang Sistem Motor 2-Tahap yang memungkinkan peningkatan performa dengan mengontrol tegangan dan sakelar dalam inverter. Dengan kemampuan mengaktifkan sakelar tambahan saat diperlukan, system dapat meningkatkan voltase dan akselerasi tanpa menambah beban signifikan pada kendaraan.
Hyundai mengklaim bahwa Sistem Motor 2-Tahap tidak menambah bobot secara signifikan dan dapat menghasilkan daya yang lebih baik. Sistem ini memadatkan modul semikonduktor untuk meningkatkan daya tanpa perlu menambah ukuran inverter. Analogi dengan mesin VTEC Honda digunakan untuk memberikan gambaran mengenai tujuan dan manfaat dari Sistem Motor 2-Tahap. Video penjelasan tentang motor listrik dari Hyundai bisa menjadi sumber informasi yang baik bagi yang ingin mengetahui lebih mendalam mengenai teknologi ini.












