Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengekspresikan kekecewaannya terhadap PT Pertamina karena tidak membangun kilang minyak baru. Pernyataan Menkeu tersebut masih menimbulkan perdebatan, dengan Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M. Kholid Syeirazi, ikut membahasnya. Dalam program TO THE POINT AJA! di kanal YouTube SINDOnews, Kholid Syeirazi menyoroti kapasitas kilang minyak Singapura yang jauh melebihi konsumsi dalam negerinya. Hal ini membuat Singapura sangat mengandalkan pasar dari Indonesia. Kholid juga menekankan bahwa ada faktor geopolitik yang memengaruhi keputusan Indonesia untuk tidak membangun kilang baru. Bahkan, World Bank pernah mengirim surat kepada Menteri Keuangan, menyarankan pemerintah untuk tidak membangun kilang. Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa telah meminta Pertamina untuk membangun 7 kilang baru dalam 5 tahun, namun hingga saat ini belum ada satupun yang terealisasi. Keterlambatan dalam pembangunan kilang ini menjadi perhatian yang harus diawasi bersama oleh pihak terkait.
Kholid Syeirazi: Bank Dunia Pernah Larang Indonesia Bangun Kilang Minyak
Read Also
Recommendation for You

Pemerintah Indonesia telah mengubah strategi pengentasan kemiskinan dengan mengalihkan fokus dari pemberian bantuan tunai kepada…

Isu mengenai kenaikan gaji pensiunan PNS tahun 2026 kembali menjadi topik hangat dalam pembicaraan. Meskipun…

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, membuat pernyataan tentang kekhawatiran fenomena pengamat yang meraih tanggapan tajam…

Pemerintah masih tengah mengkaji rencana kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2026. Keputusan…








