Siswa SMA Negeri 72 Jakarta Utara membutuhkan pendampingan psikologis setelah menyaksikan ledakan di lingkungan sekolah pada Jumat. Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, menegaskan bahwa semua siswa, tidak hanya yang terluka, membutuhkan bantuan untuk mengatasi trauma. KPAI merekomendasikan penanganan trauma oleh psikolog bersertifikat dan melibatkan berbagai pihak yang kompeten. Data sementara dari kepolisian menunjukkan bahwa sebanyak 14 anak dirawat inap, dengan sebagian besar berusia di bawah 18 tahun. Beberapa di antaranya harus menjalani operasi akibat luka cukup berat seperti luka di kaki, jari, telinga, dan kepala. Meskipun data korban masih terus berkembang, sekitar 33 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit. Rencana rehabilitasi sekolah untuk melanjutkan kegiatan belajar juga disambut baik, serta prioritas penanganan korban oleh pihak terkait.
Perlunya Pendampingan Psikologis bagi Siswa SMA 72: KPAI
Read Also
Recommendation for You

Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) telah menyerahkan berkas perkara kasus penculikan dan pembunuhan kepala…

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, meminta seluruh jajaran untuk mengaktifkan Posko Jaga Jakarta…

Sejumlah peristiwa kriminal yang terjadi di Jakarta pada minggu lalu disuguhkan di Kanal Metro, mulai…

Polda Metro Jaya telah menerima laporan terkait dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh YouTuber Resbob…

Polda Metro Jaya sedang mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penarikan kendaraan oleh debt collector setelah…







