Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk Komite Reformasi Polri untuk melakukan perbaikan dan reformasi di tubuh kepolisian, sebuah inisiatif yang disambut positif oleh Achmad Munjid dari Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada. Namun, Munjid menekankan pentingnya reformasi yang substansial, bukan sekadar program permukaan. Ada lima hal yang perlu diperbaiki dalam Polri, termasuk model pendidikan, pemahaman HAM, meritokrasi dalam rekrutmen, transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan lembaga secara kelembagaan. Perbaikan ini didasarkan pada praktik kekerasan yang digunakan oleh aparat polisi dan perlunya pemahaman yang lebih baik tentang hak asasi manusia. Kepolisian seharusnya tidak hanya mengandalkan kekerasan dalam penegakan hukum dan penanganan masalah keamanan. Pemahaman HAM adalah kunci untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan kekerasan oleh polisi.
Prabowo Mereformasi Polri: Sorot Dugaan KKN Tes Masuk
Read Also
Recommendation for You

Polemik seputar buku yang menyinggung Presiden ke-7, Jokowi, mendadak menjadi perbincangan hangat. Hal ini dipicu…

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah saat ini dianggap sebagai langkah penting dalam…

Unggahan yang dibagikan oleh Muhammad Said Didu di platform media sosial telah menarik perhatian publik…

Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026 untuk memberikan kepastian…

Presiden Prabowo Subianto menciptakan kegemparan di kalangan para pengamat ekonomi dengan pernyataannya yang menargetkan pengamat…







