Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa inflasi pangan nasional menunjukkan tren penurunan yang positif. Ia memberikan apresiasi terhadap upaya stabilisasi harga pangan, khususnya beras, melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Meninjau GPM di Pasar Palembang Jaya Km 5, Sumatera Selatan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, dan tim lainnya, Mendagri Tito menyampaikan bahwa secara nasional angka inflasi menurun menjadi 2,31 persen, dengan kontribusi utama dari harga cabai rawit. Berbagai komoditas juga menunjukkan penurunan harga karena intervensi pemerintah.
Tito menegaskan bahwa stok beras sebagai komoditas pangan utama rakyat dalam kondisi aman dan distribusinya lancar oleh Perum Bulog. Melalui program SPHP, masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau dan berkualitas.
Dengan penyaluran 1,3 juta ton beras melalui program SPHP, Tito optimis bahwa hal ini akan membantu menstabilkan harga beras. Ia mendorong agar penyaluran tersebut terus ditingkatkan dan diintensifkan.
“Beras SPHP bukan hanya terjangkau harganya, tetapi juga memiliki kualitas yang bagus. Dengan penyaluran beras SPHP yang semakin gencar atas perintah Presiden Prabowo, kami berharap harga beras yang naik di beberapa daerah dapat turun, sementara yang sudah stabil tetap terjaga,” jelasnya.










