Penanganan kasus kendaraan taktis yang menabrak dan melindas pengemudi ojek online (ojol) hingga tewas oleh Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Irjen Polisi Abdul Karim, dipastikan dilakukan secara transparan. Abdul Karim menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan cepat dan transparan, melibatkan Korps Brimob karena pelaku adalah anggota Brimob. Selain itu, penanganan kasus tersebut juga melibatkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk memastikan transparansi dalam proses tersebut. Dengan keterlibatan pihak eksternal, diharapkan pemeriksaan dapat berjalan transparan dan objektif. Saat ini, sedang dilakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Satuan Brigadir Mobile (Satbrimob) Polda Metro Jaya yang terlibat dalam insiden tersebut. Mereka berada di dalam mobil yang menabrak dan melindas seorang pengemudi ojol selama demo di sekitar Gedung DPR/MPR/DPD RI di Senayan. Tujuh anggota tersebut berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Semua proses penanganan kasus ini dilakukan dengan koordinasi yang baik antara pihak internal Polri, Korps Brimob, dan Kompolnas untuk memastikan transparansi dan keobjektifan.
Penanganan Kasus Tabrak Ojol oleh Polri: Transparan atau Tidak?
Read Also
Recommendation for You

Sejumlah peristiwa kriminal yang terjadi di Jakarta pada minggu lalu disuguhkan di Kanal Metro, mulai…

Polda Metro Jaya telah menerima laporan terkait dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh YouTuber Resbob…

Polda Metro Jaya sedang mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penarikan kendaraan oleh debt collector setelah…

Kericuhan yang terjadi di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, menimbulkan kerugian sekitar…

Sejumlah berita kriminal dan pengamanan terjadi di wilayah DKI Jakarta pada Jumat (12/12) masih menarik…







