Peneliti Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, membahas tentang utang Indonesia, khususnya kepada International Monetary Fund atau IMF. Menurutnya, utang tersebut terkait dengan kebijakan penguasa otoriter Orde Baru, Haji Soeharto, yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Saidiman mengungkapkan bahwa pada masa krisis moneter, fondasi negara Indonesia sangat rentan dan korupsi merajalela di pemerintahan.
Soeharto kemudian mengambil langkah untuk mendapatkan pinjaman dari IMF sebagai upaya strategis untuk mengatasi krisis tersebut. Pinjaman tersebut kemudian dilunasi oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006. Namun, saat ini, calon presiden Prabowo Subianto berencana untuk menambah utang baru sebesar 781,9 triliun rupiah.
Saidiman juga menjelaskan hubungan antara Soeharto, SBY, dan Prabowo yang saling terkait secara keluarga. Prabowo adalah menantu dari Soeharto, sementara SBY adalah menantu dari Sarwo Edhie, seorang jenderal yang pernah disingkirkan oleh Soeharto. Dengan demikian, ketiganya memiliki hubungan yang kompleks dalam ranah politik dan kekuasaan di Indonesia.












