Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sigit Sunarta, mengungkapkan kekecewaannya terhadap informasi yang menyesatkan mengenai latar belakang pendidikan Joko Widodo yang menimbulkan keraguan terhadap indeks prestasi akademik (IPK) Presiden ke-7 RI tersebut. Menurut Sigit, IPK Jokowi jauh melebihi syarat minimal 2,5, sehingga memenuhi persyaratan untuk meraih gelar sarjana muda. Untuk memperoleh gelar sarjana, diperlukan penambahan minimal 40 SKS dengan total 160 SKS dan IPK minimal 2,5.
Sigit menekankan bahwa dalam menarik kesimpulan terhadap informasi, fakta dan metode penelitian yang baik harus menjadi dasar. Ia juga menyarankan agar pihak yang meragukan latar belakang pendidikan Jokowi tidak hanya memeriksa ijazah dan skripsi beliau, tetapi juga melakukan perbandingan dengan dokumen dari tahun yang sama di Fakultas Kehutanan. Mengenai tudingan penggunaan font Time New Roman dalam dokumen Jokowi, Sigit memastikan bahwa pada waktu itu sudah lazim bagi mahasiswa menggunakan font tersebut atau yang serupa untuk mencetak sampul dan lembar pengesahan di percetakan.
Hal tersebut disampaikan Sigit dalam video UGM Menjawab Ijazah Joko Widodo yang diunggah di Youtube. Dia menyoroti pentingnya memastikan informasi berdasarkan fakta yang akurat dan terverifikasi dengan baik sebelum menyebarluaskannya. Dengan demikian, kebenaran mengenai latar belakang pendidikan Jokowi dapat terangkat dan keraguan seputar IPK beliau bisa terjawab.
