Berita  

Penyelidikan Uang Royalti Mie Gacoan: Desakan Transparansi

Para musisi yang tergabung dalam Vibrasi Suara Indonesia (VISI) dan Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) menyoroti keberadaan uang sebesar Rp2,2 miliar dari royalti musik yang telah dibayarkan oleh manajemen Mie Gacoan. Pertanyaan ini terus mengganggu sejumlah musisi di Indonesia.

Para musisi ini mendesak sepuluh Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) periode 2025-2028 untuk menjelaskan dengan transparan aliran dana dari royalti, baik yang berasal dari manajemen Mie Gacoan di Bali maupun dari pihak lainnya. Para komisioner baru LMKN, yang terdiri dari dua kelompok yaitu Komisioner LMKN Pencipta dan Komisioner LMKN Hak Terkait, baru saja dilantik pekan lalu.

Dalam surat terbukanya, VISI dan FESMI mengucapkan selamat atas pelantikan 10 komisioner baru tersebut oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam melaporkan distribusi royalti, terutama terkait dengan kasus Mie Gacoan di Bali. VISI dan FESMI yang dipimpin oleh Armand Maulana dan Cholil Mahmud meminta agar LMKN dan LMK bersikap lebih transparan dalam hal ini, demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.

Source link