Air Mata Syukur: Kisah Haru di Dapur SPPG

Di Serdang Bedagai, ada kisah haru yang didengar oleh banyak orang. Seorang perempuan paruh baya bernama Aslina tak bisa menahan tangisnya saat menceritakan bagaimana hidupnya berubah berkat bantuan dari pemerintah. Kini, ia bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cempedak Lobang dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pak Presiden serta harapannya agar bantuan ini bisa berlanjut. Hari itu, Aslina merasa bangga saat tempat kerjanya dikunjungi oleh beberapa pejabat tinggi, termasuk Kepala Kantor Komunikasi Presiden dan Gubernur Sumatera Utara.

Sebelumnya, Aslina hanya seorang ibu rumah tangga tanpa penghasilan tetap, sedangkan suaminya bekerja sebagai buruh dengan pendapatan yang pas-pasan. Namun sekarang, dia aktif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menjadi bagian dari tim yang memberikan makanan sehat kepada anak-anak sekolah di sekitar tempat tinggalnya. Cerita serupa juga diungkapkan oleh Normawati, yang merasa terbantu dengan adanya program ini dan telah memberikan tambahan penghasilan bagi keluarganya.

Bukan hanya ibu rumah tangga, gadis 21 tahun bernama Shinta Ramadana juga mendapat manfaat. Setelah sempat menganggur, Shinta bergabung dalam program MBG dan kini bekerja dengan penuh semangat. Program ini telah berhasil menyerap ribuan tenaga kerja di berbagai daerah, memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Menurut data dari Badan Gizi Nasional (BGN), sampai dengan Mei 2025 sudah lebih dari 93.000 tenaga kerja yang terserap melalui program ini.

Program MBG tak hanya berkutat pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga tentang pemberdayaan dan membentuk semangat positif bagi para pekerja. Program ini telah mengubah dapur-dapur menjadi ruang harapan bagi banyak orang di Serdang Bedagai dan daerah lainnya.

Source link