Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga, meskipun Ombudsman RI menemukan banyak kasus makanan yang tidak layak dikonsumsi. Beberapa contoh termasuk potongan daging ayam mentah, buah melon busuk, dan kasus keracunan pada anak-anak di Kabupaten Takalar setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Meskipun telah dilaporkan kasus keracunan di beberapa daerah, Kepala BGN Dadan Hindayana membela program tersebut dengan menyatakan bahwa ada pengujian sebelum makanan disajikan kepada siswa. Dadan memastikan bahwa pengendalian mutu makanan dalam program MBG terkendali dan telah diuji oleh ahli gizi sebelum dikirim ke sekolah. Namun, meskipun ada ahli gizi yang melakukan pengawasan, masih banyak makanan tidak layak yang ditemukan dan menyebabkan keracunan. Dadan menyalahkan SPPG yang baru saja memulai program ini dan mencontohkan bahwa diperlukan waktu hingga tiga bulan untuk memastikan konsistensi rasa dan tingkat kematangan makanan bagi 3.000 orang selama uji coba sebelumnya.
Temuan Ombudsman: Kepala BGN Klaim Kualitas Makan Gratis Terjaga
Read Also
Recommendation for You

Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, secara terbuka mengevaluasi kualitas kepemimpinan Menteri Kehutanan,…

Pemerintah Indonesia Memilih Menangani Banjir dan Longsor di Sumatera Tanpa Bantuan Asing Pemerintah Indonesia telah…

M. Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, telah menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi seputar ijazah…

Aktivis Virdian Aurellio menyampaikan kekecewaannya terhadap negara yang dianggap tidak serius dalam mengatasi kerusakan alam…

Guru besar dan sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, menyatakan keyakinannya…





