Kasus Gus Miftah yang viral karena dugaan menghina seorang penjual es teh keliling terus menuai polemik. Menyikapi peristiwa ini, KH Sumarno Syafei menyoroti dua sisi yang perlu diperhatikan, yaitu kepentingan politik dan sosial. Menurutnya, kasus ini menjadi perbincangan politik karena Gus Miftah merupakan seorang pejabat publik. Potongan video yang tersebar tidak secara menyeluruh mencerminkan atmosfer di lokasi pengajian. Meskipun demikian, sebagai pejabat publik, Gus Miftah harus siap menerima kritikan yang datang. KH Sumarno juga mempertanyakan mengapa Prabowo tidak memberikan tanggapan atau teguran terkait kasus ini. Menurutnya, hal tersebut seharusnya dilakukan untuk menjaga integritas dan reputasi publik. Semua peristiwa ini menyoroti pentingnya tanggung jawab dan kesadaran akan dampak sebagai tokoh publik dalam segala tindakan yang dilakukan.
“Penemuan Menjanjikan: Gus Miftah Lupa Siapa Dirinya”
Read Also
Recommendation for You

Menjelang Idulfitri setiap tahunnya, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu…

Pengurus Pusat Muhammadiyah telah menegaskan bahwa awal bulan Ramadhan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2024,…

Kasus seputar ijazah mantan Presiden Jokowi telah berlangsung bertahun-tahun dan kini menunjukkan potensi pergeseran fokus….

PB PORDI Melakukan Langkah Strategis untuk Tingkatkan Standar Perwasitan Domino Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino…

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 55 triliun untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi…







