Musim hujan membuat pakaian lebih lama kering karena sinar matahari terbatas dan udara cenderung lembap. Jika dibiarkan dalam kondisi basah atau setengah kering, kain dapat mengeluarkan bau apek yang semakin kuat ketika disimpan di dalam lemari.
Bau tersebut bukan sekadar persoalan pakaian yang kurang wangi. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan, aroma apek dapat menjadi salah satu tanda pertumbuhan jamur. Karena itu, mengendalikan kelembapan menjadi langkah penting untuk menjaga pakaian tetap segar sekaligus mencegah masalah yang lebih serius.
Segera keringkan pakaian setelah dicuci
Pakaian yang baru selesai dicuci sebaiknya segera dijemur atau dipindahkan ke mesin pengering. Jangan membiarkannya menumpuk terlalu lama di dalam mesin cuci yang tertutup. Lingkungan lembap seperti itu dapat membuat pakaian lebih mudah berbau.
Hal serupa berlaku untuk pakaian yang basah akibat kehujanan. Pakaian sebaiknya segera dicuci atau digantung hingga tidak lagi basah sebelum dimasukkan ke keranjang cucian. EPA juga menyarankan agar pakaian dan handuk lembap tidak dibiarkan terlalu lama di keranjang maupun mesin cuci.
Saat menjemur, beri jarak yang cukup di antara pakaian. Sirkulasi udara akan membantu mempercepat pengeringan, terutama ketika matahari tidak muncul. Jika harus menjemur di dalam rumah, gunakan ruangan dengan ventilasi baik. Kipas angin dapat membantu menggerakkan udara di sekitar kain.
Pakaian yang tampak kering di permukaan belum tentu benar-benar kering. Periksa bagian yang lebih tebal, seperti kerah, saku, lipatan celana, dan area jahitan. Jika bagian tersebut masih terasa dingin, lembap, atau mengeluarkan aroma berbeda, lanjutkan pengeringan sebelum pakaian dilipat.
EPA menyebut material lembap sebaiknya dikeringkan secepat mungkin, idealnya dalam waktu 24 hingga 48 jam, untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur. Jika memungkinkan, kelembapan relatif di dalam ruangan juga dijaga di bawah 60 persen.
Perhatikan mesin pengering, mesin cuci, dan lemari
Mesin pengering dapat menjadi pilihan ketika hujan turun sepanjang hari. Namun, gunakan panas sesuai petunjuk perawatan pada label pakaian karena tidak semua kain tahan suhu tinggi. Bila mesin pengering digunakan di dalam rumah, sistem pembuangan udaranya harus dipasang sesuai petunjuk. EPA mencatat, mesin tanpa ventilasi ke luar dapat meningkatkan kelembapan ruangan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan jamur.
Mesin cuci juga perlu dibersihkan secara berkala mengikuti petunjuk produsen. Sisa deterjen, kotoran, dan air yang tertinggal dapat menimbulkan aroma tidak sedap yang kemudian menempel pada pakaian. Setelah digunakan, biarkan bagian dalam mesin mendapat sirkulasi udara jika memungkinkan, bukan selalu ditutup rapat.
Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak dan dapat mempertahankan kelembapan. Beri ruang di antara pakaian dan jangan menyimpan kain yang masih terasa lembap. Pintu lemari dapat dibuka sesekali agar udara berganti, terutama bila ruangan cenderung lembap.
Jika bau apek sudah muncul
Pakaian yang telanjur berbau apek sebaiknya dicuci kembali, bukan hanya disemprot pewangi. Pewangi mungkin menutupi aroma untuk sementara, tetapi tidak menghilangkan sumber kelembapan. Setelah dicuci, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan.
Jika bau terus kembali, periksa lemari, keranjang pakaian, mesin cuci, dan kondisi ruangan. Pakaian yang sudah menunjukkan pertumbuhan jamur secara jelas memerlukan penanganan lebih serius. Saat musim hujan, mencuci dalam jumlah yang sesuai dengan kapasitas tempat menjemur juga membantu mencegah pakaian menumpuk dan mengering terlalu lama.












