Berita  

Mahfud MD soal Prabowo Sebut Pakar Goblok: Sindir Presiden

Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menyebut terdapat banyak presiden yang “goblok”. Pernyataan itu muncul dalam pemberitaan yang mengaitkan Mahfud dengan polemik mengenai ucapan Presiden Prabowo Subianto terhadap kalangan pakar.

Mahfud menyampaikan pandangan tersebut dengan menyinggung bahwa label serupa tidak hanya dapat diarahkan kepada pakar. Menurut dia, presiden juga tidak seluruhnya memiliki kemampuan atau kualitas yang sama. “Presiden juga ada banyak yang goblok,” demikian pernyataan Mahfud sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.

Pernyataan Mahfud soal kualitas pemimpin

Ucapan itu menempatkan perdebatan pada persoalan yang lebih luas, yakni penilaian terhadap kapasitas seseorang berdasarkan jabatan yang dimilikinya. Mahfud, yang dikenal sebagai pakar hukum tata negara, menyebut adanya contoh presiden yang menurutnya dapat dikategorikan demikian. Namun, laporan yang tersedia tidak memuat nama presiden yang dimaksud.

Mahfud juga tidak menjelaskan secara rinci ukuran atau indikator yang digunakan untuk menyebut seorang presiden “goblok”. Karena itu, pernyataannya dalam laporan tersebut tidak disertai uraian lebih jauh mengenai siapa yang dimaksud maupun konteks spesifik dari penilaian tersebut.

Kaitan dengan Prabowo muncul dari judul pemberitaan yang memuat respons Mahfud terhadap pernyataan mengenai “pakar goblok”. Meski demikian, informasi yang tersedia tidak memuat kronologi lengkap pernyataan Prabowo, forum tempat ucapan itu disampaikan, maupun tanggapan resmi dari pihak Presiden Prabowo atas pernyataan Mahfud.

Konteks yang masih terbatas

Dalam laporan singkat itu, fokus utama berada pada pernyataan Mahfud bahwa jabatan presiden tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari penilaian kritis. Ia menyatakan bahwa contoh presiden yang dianggapnya “goblok” ada banyak dan menantang pembaca untuk mengetahui contohnya.

Pernyataan tersebut belum disertai penjelasan lebih lanjut mengenai nama, periode pemerintahan, atau alasan yang mendasari penilaian Mahfud. Tidak terdapat pula keterangan dalam laporan mengenai apakah pernyataan itu dimaksudkan sebagai kritik terhadap presiden tertentu atau sebagai komentar umum mengenai kualitas kepemimpinan.

Dengan informasi yang tersedia, inti pernyataan Mahfud adalah penolakannya terhadap anggapan bahwa kritik dengan istilah keras hanya dapat diarahkan kepada pakar. Ia menegaskan bahwa presiden pun, menurut pandangannya, dapat memiliki kualitas yang layak dikritik.

Source link