Lima perkara menjadi perhatian aparat penegak hukum di wilayah DKI Jakarta pada Senin (21/9), mulai dari pengungkapan jaringan sabu dan ganja hingga penindakan terhadap warga negara asing (WNA) yang diduga menyalahgunakan izin tinggal. Polisi juga menangani perkelahian antarkelompok di Tebet serta menyelidiki dugaan pungutan liar di kawasan Kalijodo.
Pengungkapan narkotika di Jakarta Utara dan Selatan
Polsek Cilincing menangkap lima orang dalam pengungkapan kasus narkotika jenis sabu di Kampung Bahari II A9, RT 011/05, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari jumlah tersebut, empat orang diduga sebagai penyalahguna, sedangkan satu lainnya diduga berperan sebagai bandar.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengatakan bandar yang diamankan berinisial FL alias L, 28 tahun. “Dari lima orang yang ditangkap, satu di antaranya merupakan bandar narkotika dengan inisial FL alias L (28),” kata Bobi di Jakarta, Senin.
Dalam perkara berbeda, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran ganja seberat 10 kilogram. Pengungkapan itu dilakukan di empat lokasi yang berada di wilayah Jakarta Selatan dan Kabupaten Bogor.
Petugas mengamankan dua pria yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika. Keduanya berinisial BE, 43 tahun, dan AD, 27 tahun. Informasi tersebut disampaikan Panit Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ipda I Nengah Suparta.
WNA Thailand dan kelas kecantikan berbayar
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara menindak WNA Thailand berinisial PD. Ia diduga menyalahgunakan izin tinggal karena membuka kelas face lifting atau teknik pijat kecantikan secara ilegal dan berbayar di sebuah hotel di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara Rendra Mauliansyah menjelaskan, PD merupakan pemegang Bebas Visa Kunjungan (BVK) berkewarganegaraan Thailand. “WNA asal Thailand ini merupakan pemegang Bebas Visa Kunjungan (BVK) dengan kewarganegaraan Thailand. Yang bersangkutan diduga menyalahgunakan izin tinggal dengan membuka pelatihan berbayar,” ujar Rendra di Jakarta, Senin.
Perkelahian Tebet dan pemeriksaan di Kalijodo
Di Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, perselisihan yang berkaitan dengan aktivitas warga di area putar balik jalan atau U-turn diduga memicu perkelahian antarkelompok dari Gang Manggis dan Gang Sawo.
Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan warga dari kedua kelompok tersebut beraktivitas untuk mencari nafkah di sekitar lokasi. Menurut dia, salah persepsi dalam persoalan area U-turn kemudian berkembang menjadi perkelahian. “Memang mereka mencari nafkah di situ dan mungkin ada salah persepsi, akhirnya terjadi perkelahian,” kata Ischak dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin.
Sementara itu, kepolisian memeriksa langsung kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, untuk menindaklanjuti informasi mengenai dugaan pungutan liar dan aktivitas tanpa izin. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat secara objektif.












