Milk tea di Indonesia kini hadir dengan pilihan yang semakin beragam. Perbedaannya tidak lagi hanya terletak pada tingkat kemanisan, tetapi juga jenis teh, susu, foam, dan topping yang digunakan. Sejumlah merek menawarkan karakter teh yang lebih kuat, mulai dari oolong dan melati hingga Earl Grey, dengan harga sekitar Rp19.000 sampai Rp55.000 per gelas.
Pilihan milk tea dengan teh dan topping beragam
Teazzi dapat menjadi pilihan bagi pencinta teh oolong. Merek asal Taiwan ini mulai berekspansi ke Indonesia pada 2021 dan kini memiliki sejumlah cabang di pusat perbelanjaan besar Jakarta. Beberapa menu andalannya ialah Deep Roast Oolong Milk Tea, Seasons Oolong Milk Tea, dan Honey Oolong Milk Tea.
Teazzi menyediakan pilihan susu sapi, kedelai, dan oat. Topping yang tersedia antara lain pearl, konjac jelly, coconut, serta coffee jelly. Minuman ini ditawarkan dalam ukuran regular dan large dengan harga berkisar Rp21.000-Rp52.000.
Untuk pilihan yang lebih terjangkau, Tianlala menawarkan minuman dengan harga sekitar Rp19.000-Rp22.000. Gerainya tersebar di wilayah Jabodetabek hingga Bandung. Pilihan menunya meliputi Blooming Jasmine Milk Tea, Peach Oolong Milk Tea, dan Brown Sugar Milk Tea. Pelanggan dapat menyesuaikan tingkat kemanisan serta menambahkan boba atau crystal jelly.
Merek asal China, Chagee, juga menghadirkan milk tea berbahan daun teh pilihan. Setelah dikenal di sejumlah negara Asia, Chagee membuka gerai pertamanya di Indonesia pada April 2025. Saat ini, gerainya telah hadir di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta dan Bekasi, dengan pilihan layanan dine in maupun takeaway.
Menu yang populer di Chagee antara lain Jasmine Green Milk Tea dan Osmanthus Oolong Milk Tea. Minuman tersebut tersedia dalam ukuran small dan large dengan harga sekitar Rp32.000-Rp43.000.
Racikan artisan dan pengalaman menikmati teh
Sancha mengusung konsep artisan milk tea dengan gerai bernuansa merah muda. Merek lokal ini menggunakan artisan tea premium yang dipadukan dengan foam lembut dan pilihan rasa yang unik. Beberapa menunya juga memakai topping kacang pecan untuk memberikan tekstur tambahan. Harga minuman berkisar Rp27.000-Rp45.000 untuk ukuran regular dan large. Karena sebagian gerainya memiliki area terbatas, Sancha lebih praktis dinikmati dengan konsep takeaway.
Molly Tea merupakan pendatang baru asal China yang mengangkat inspirasi budaya minum teh Asia Timur. Racikannya menggunakan teh premium dengan aroma floral yang kuat, terutama melati, serta foam khas sebagai pelengkap. Salah satu gerainya berada di Pacific Place, dengan desain interior bernuansa merah muda dan hitam. Molly Tea hanya menawarkan satu ukuran, dengan harga sekitar Rp28.000-Rp55.000 per gelas.
Kancha menawarkan pengalaman berbeda melalui konsep real tea experience. Merek lokal ini menggunakan teh asli dari perkebunan Indonesia dan susu murni. Menu yang banyak diminati antara lain Royal Earl Grey Latte dan Pistachio Roasted Latte.
Daya tarik Kancha juga terletak pada tea sensorium, yang memungkinkan pelanggan mencium aroma teh sebelum menentukan pilihan. Penyajiannya dilengkapi mini teapot penghasil aroma. Harga minuman berada di kisaran Rp30.000-Rp49.000 untuk ukuran regular dan large.
Menu dengan rasa teh lebih dominan
Esteh Indonesia menawarkan Roasted Oolong Milk Tea dengan teh oolong yang melalui proses roasting sebelum dipadukan dengan susu bertekstur creamy. Proses tersebut menghasilkan aroma yang lebih kaya dan rasa teh yang kuat, tetapi tetap lembut saat diminum. Karakter roasted memberikan sensasi hangat, sementara teh tetap menjadi unsur utama. Menu ini dibanderol sekitar Rp25.000 per gelas.












