Unggahan terbaru sutradara sekaligus pengamat media Firman Syah menjadi sorotan setelah memuat kritik terhadap Maudy Ayunda. Kritik tersebut berkaitan dengan gagasan mindfulness yang dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan kebijakan yang buruk.
Kritik terhadap pendekatan mindfulness
Dalam unggahan itu, Firman Syah menyoroti hubungan antara mindfulness dan persoalan kebijakan. Ia mempertanyakan anggapan bahwa pendekatan yang berfokus pada ketenangan atau kesadaran diri dapat menjadi jawaban atas masalah yang bersumber dari kebijakan yang dinilai buruk.
Pokok kritik tersebut tidak diarahkan semata-mata pada mindfulness sebagai gagasan, melainkan pada penggunaannya ketika berhadapan dengan persoalan kebijakan. Menurut konteks unggahan yang beredar, penyelesaian masalah kebijakan tidak dapat diserahkan pada upaya individu untuk mengelola pikiran dan emosi apabila akar persoalannya berada pada keputusan atau aturan yang keliru.
Nama Maudy Ayunda ikut disebut dalam kritik tersebut. Namun, informasi yang tersedia tidak memuat penjelasan lebih rinci mengenai pernyataan Maudy yang menjadi sasaran tanggapan Firman Syah, termasuk kapan pernyataan itu disampaikan dan dalam konteks apa.
Unggahan menarik perhatian
Perhatian terhadap unggahan Firman Syah muncul karena pernyataannya mempertemukan dua hal yang berbeda: praktik mindfulness di satu sisi dan kualitas kebijakan di sisi lain. Ia menempatkan persoalan kebijakan sebagai masalah yang membutuhkan pembenahan pada sumbernya, bukan sekadar pengelolaan respons personal terhadap dampak kebijakan tersebut.
Dalam perdebatan semacam ini, mindfulness dan kebijakan berada pada wilayah yang berbeda. Mindfulness berkaitan dengan cara seseorang menyadari serta merespons pengalaman, sedangkan kebijakan menyangkut keputusan yang berdampak pada masyarakat. Kritik Firman Syah, sebagaimana terlihat dari unggahannya, menekankan bahwa ketenangan personal tidak otomatis memperbaiki kebijakan yang dianggap bermasalah.
Unggahan itu kemudian menyita perhatian karena membawa kritik tersebut ke ranah pernyataan publik Maudy Ayunda. Meski demikian, rincian mengenai respons Maudy maupun perkembangan setelah kritik tersebut belum tercantum dalam informasi yang tersedia.
Firman Syah dikenal dalam konteks ini sebagai sutradara dan pengamat media. Melalui unggahan terbarunya, ia menyampaikan pandangan bahwa pendekatan mindfulness tidak dapat diposisikan sebagai solusi atas buruknya kebijakan. Kritik itu sekaligus membuka pembicaraan mengenai batas antara upaya mengelola diri dan kebutuhan untuk memperbaiki kebijakan yang menjadi sumber persoalan.


