JAKARTA — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mendapat sorotan dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu. Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan pasokan yang tidak mencukupi dan menilai Bahlil bertanggung jawab atas kondisi itu.
Said Didu secara khusus menekankan aspek suplai dalam melihat kelangkaan BBM. Menurut dia, ketersediaan bahan bakar yang terbatas terjadi karena jumlah pasokan tidak memenuhi kebutuhan. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dasar kritiknya terhadap penanganan distribusi dan penyediaan BBM.
Menyoroti kekurangan pasokan
Dalam sorotannya, Said Didu tidak menempatkan kelangkaan semata-mata sebagai persoalan yang muncul di tingkat pengguna. Ia mengarahkan perhatian pada suplai sebagai penyebab utama, dengan menyatakan bahwa pasokan BBM memang kurang.
Penekanan pada kekurangan suplai menjadi bagian penting dari pernyataan Said Didu. Dengan posisi itu, ia mengaitkan kondisi kelangkaan dengan pihak yang dinilainya memiliki tanggung jawab atas ketersediaan BBM, bukan sekadar dengan situasi di lapangan.
Meski demikian, informasi yang tersedia tidak memerinci besaran kekurangan pasokan, jenis BBM yang mengalami kelangkaan, maupun wilayah yang terdampak. Tidak disebutkan pula berapa lama kondisi tersebut berlangsung atau jumlah kebutuhan yang belum dapat dipenuhi.
Tanggung jawab diarahkan kepada Bahlil
Said Didu menyatakan bahwa kelangkaan BBM tersebut merupakan tanggung jawab Bahlil. Penilaian itu disampaikan bersamaan dengan klaimnya mengenai pasokan yang kurang, sehingga kritiknya berfokus pada tanggung jawab atas penyediaan bahan bakar.
Pernyataan Said Didu membedakan dua pokok persoalan yang saling berkaitan. Pertama, adanya kelangkaan BBM. Kedua, dugaan bahwa kelangkaan tersebut terjadi karena suplai tidak mencukupi. Dari hubungan itu, ia kemudian mengarahkan pertanggungjawaban kepada Bahlil.
Namun, belum terdapat perincian mengenai langkah yang menurut Said Didu seharusnya dilakukan untuk mengatasi kekurangan pasokan tersebut. Informasi yang tersedia juga belum memuat penjelasan mengenai mekanisme distribusi, hambatan penyediaan, ataupun faktor lain yang mungkin berkaitan dengan kelangkaan.
Belum ada pula tanggapan Bahlil dalam informasi yang tersedia terhadap kritik dan penilaian yang disampaikan Said Didu. Karena itu, pernyataan mengenai penyebab kelangkaan serta pihak yang bertanggung jawab masih merupakan pandangan Said Didu sebagaimana disampaikan dalam sorotannya terhadap masalah BBM.


