Makan Bergizi Gratis Dipertanyakan oleh Ekonom Berly Martawardaya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan oleh ekonom dan dosen ilmu ekonomi, Berly Martawardaya. Menurutnya, program ini dinilai kurang efisien dan kurang mendapat pengawasan yang memadai.
Audit BPKP dan Kritik Berly
Melalui audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), diketahui bahwa program MBG telah boros dan menghabiskan dana sebesar Rp105 triliun per tahun. Berly Martawardaya menyoroti bahwa program ini seharusnya mendapatkan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan efisiensi penggunaan dana tersebut.
Menurutnya, kritik yang disampaikan terkait program MBG ini bertujuan untuk memperbaiki sistem agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan anggaran yang besar. Diperlukan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik dalam pelaksanaan program tersebut.
Pengawasan dan Penyempurnaan Program
Berly Martawardaya menegaskan bahwa pengawasan yang lebih ketat perlu dilakukan terhadap program MBG ini. Sebagai salah satu program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, efektivitas penggunaan anggaran harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya melakukan penyempurnaan dalam program tersebut agar lebih efisien dan berdampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan adanya kritik dan evaluasi secara berkala, diharapkan program MBG dapat memberikan manfaat yang sesuai dengan tujuan awal pembentukannya.
