Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menyerukan agar pemerintah segera mengevaluasi kebijakan anggaran negara mengingat tekanan ekonomi global yang semakin meningkat. Lonjakan harga energi dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat menyebabkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meluas, dan Jusuf Kalla mengingatkan agar kebijakan fiskal disesuaikan untuk menghindari tekanan yang lebih besar terhadap APBN. Dampak konflik di produsen energi utama dunia bisa memicu kenaikan harga minyak global secara signifikan, yang akan langsung mempengaruhi anggaran Indonesia, terutama subsidi energi dan impor energi. Pengelolaan fiskal yang lebih disiplin diperlukan di tengah ketidakpastian global, karena kenaikan harga minyak tidak hanya mempengaruhi subsidi BBM, tetapi juga biaya impor energi yang harus ditanggung negara. Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan minyak mentah untuk konsumsi dalam negeri, sehingga setiap kenaikan harga minyak di pasar global akan memberikan tekanan tambahan pada anggaran negara. Jusuf Kalla menegaskan pentingnya mengantisipasi risiko fiskal yang dapat membahayakan stabilitas keuangan negara, dengan menyesuaikan kebijakan anggaran negara dan mengelola anggaran secara lebih efisien.
Jusuf Kalla Mewaspadai Risiko Defisit APBN Akibat Harga Energi Global
Read Also
Recommendation for You
Kenaikan harga tiga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini menjadi perhatian utama, dengan lonjakan…
Calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan menerima gaji ke-13 pada tahun 2026. Kabar baik ini…

Kabar terbaru mengenai kenaikan dan pembayaran rapel gaji bagi pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk…

Gelombang penipuan digital yang mengincar masyarakat yang tertarik untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali…

Pensiunan PNS, TNI-Polri, dan aparat negara berhak menerima 3 gaji ke-13 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor…





