Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengadakan pertemuan strategis yang berlangsung selama tiga setengah jam di Istana Merdeka dengan mantan presiden, wakil presiden, dan tokoh nasional. Pertemuan itu bertujuan untuk membahas eskalasi konflik di Timur Tengah, dengan fokus pada ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta posisi Indonesia dalam forum internasional Board of Peace.
Dalam pertemuan tertutup tersebut, Prabowo menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga memiliki implikasi global yang luas, termasuk terkait dengan harga energi dunia, rantai pasok global, dan stabilitas ekonomi negara berkembang seperti Indonesia.
Tokoh-tokoh penting yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Mereka memberikan pandangan strategis berdasarkan pengalaman mereka dalam menghadapi dinamika global yang kompleks.
Diskusi dalam pertemuan tersebut mencerminkan semangat persatuan nasional dalam menghadapi tantangan eksternal, sambil menekankan pentingnya menjaga keseimbangan diplomasi Indonesia agar tidak terjebak dalam polarisasi kekuatan global.
Selain membahas konflik di Iran, Prabowo juga menguraikan keterlibatan Indonesia dalam forum internasional Board of Peace yang bertujuan untuk memfasilitasi dialog dan mendorong penyelesaian damai terhadap konflik global.












