Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan yang melibatkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, terus menjadi sorotan publik. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menekankan agar jaksa penuntut umum berfokus sepenuhnya pada pembuktian unsur pidana terkait niat jahat dan dugaan persekongkolan yang dirancang sejak awal proses pengadaan. Pembuktian ini dianggap kunci untuk meyakinkan majelis hakim dan publik terhadap kasus yang menimpa Nadiem. Boyamin menyoroti kebijakan yang disebut sebagai pola “kopi hitam” yang melibatkan orang-orang terdekat terdakwa dalam proses pengadaan. Menurutnya, pola ini harus dipahami lebih dalam oleh jaksa karena terkait dengan indikasi pengaturan sejak tahap perencanaan. Jika jaksa berhasil membuktikan penguncian spesifikasi dan pengaturan administratif, maka konstruksi perkara akan semakin kuat dan keraguan publik dapat terjawab. Ini adalah poin penting untuk menghindari adanya narasi tandingan di luar persidangan yang dapat merugikan proses hukum.
Mengingatkan Jaksa Agar Waspada dalam Kasus Chromebook
Read Also
Recommendation for You

Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, Ungkap Percakapan dengan Seskab Teddy Soal Pelantikan Sebagai…

Tamsil Linrung: Ancaman Mengerikan Oligarki dan Pengaruh Asing Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, mengajak…










