Penjualan global Tesla mengalami penurunan signifikan tahun lalu di beberapa pasar kunci, seperti Amerika Serikat dan China, namun meningkat pesat di Jepang. Dengan strategi yang cerdas, Tesla hampir melipatgandakan penjualannya di Jepang menjadi 10.600 unit, strategi ini bisa menjadi contoh bagi merek-merek lain yang mengalami kesulitan dalam penjualan mobil listrik. Perusahaan mulai meninggalkan ketergantungan pada pemesanan online dan lebih fokus pada pengalaman langsung melalui showroom fisik yang menyerupai dealer tradisional. Dengan merekrut Richi Hashimoto sebagai country manager Jepang, Tesla membuka 16 showroom permanen di mal-mal dengan trafik tinggi, serta melakukan investasi besar pada pelatihan staf dan edukasi konsumen mengenai mobil listrik.
Tantangan yang dihadapi bukan hanya terjadi di Jepang tetapi juga di Amerika Serikat, di mana dealer mobil konvensional cenderung enggan menjual mobil listrik karena penghasilan dari layanan purnajual yang berkurang. Dengan lebih dari dua lusin EV yang akan diluncurkan di AS pada tahun 2026, perusahaan dan dealer harus lebih berinvestasi pada pelatihan staf penjualan dan meningkatkan eksposur model EV mereka agar tidak tertinggal. Meskipun penjualan global Tesla mengalami penurunan karena faktor lain seperti pergeseran lini produk dan kompetisi yang semakin ketat di pasar yang lebih matang, penjualan di Jepang, Norwegia, dan Turki menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dengan pasar global EV yang terus berkembang, perusahaan harus tetap adaptif dan inovatif untuk tetap bersaing dalam industri otomotif yang terus berubah.












