Selama mengunjungi pabrik Ford di Dearborn, Michigan, Presiden Trump dikritik oleh seorang karyawan pabrik yang bekerja di lantai produksi. Dalam video singkat yang viral, karyawan tersebut diduga menghina Trump, menyebutnya sebagai “pelindung pedofil”. Trump membalas dengan isyarat kurang ajar dan dugaan ujaran kasar sebelum karyawan tersebut ditangguhkan. UAW, serikat pekerja otomotif Amerika, segera memberikan dukungan kepada karyawan tersebut, menegaskan pentingnya kebebasan berbicara.
Mereka menegaskan bahwa anggota serikat tidak boleh menerima bahasa kasar atau perilaku tidak pantas dari siapa pun, termasuk Presiden AS. Reaksi dari pejabat pemerintah pun bermacam-macam, dengan direktur komunikasi Gedung Putih menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang tepat dan jelas dari Presiden. Sementara itu, mantan Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg menyatakan bahwa Trump telah lama mengeluarkan sikap kurang ajar terhadap pekerja otomotif.
Keputusan Ford terkait tindakan selanjutnya terhadap karyawan yang ditangguhkan masih belum jelas. Dalam wawancara, karyawan tersebut menyatakan tidak menyesal atas tindakannya, menyebutnya sebagai respons atas isu yang dipicu oleh pemerintahan Trump. Insiden ini menimbulkan diskusi dan reaksi dari berbagai pihak, mempertanyakan tindakan Presiden dan hak anggota serikat pekerja untuk memberikan pendapat.












