Inovasi dalam Formula 1 tidak selalu berakhir menjadi supercar mewah. Beberapa di antaranya malah berakhir di tempat yang paling tidak terduga, seperti lorong dingin di supermarket lokal Anda. Sebuah lemari dengan bagian depan terbuka untuk menjangkau minuman soda ternyata menggunakan teknologi aerodinamis canggih dari F1, yang dijual oleh tim Williams F1 kepada perusahaan.
Air dingin dipompa dari bagian atas kabinet lemari ke bagian bawah, dimana sebagian akan bocor ke udara luar, mengurangi efisiensi unit tersebut. Namun, teknologi yang diadopsi dari sayap belakang F1 telah memecahkan masalah ini. Airfoil adalah strip bilah yang melekat di bagian depan rak lemari es dengan tujuan menghentikan kebocoran udara dingin.
Pengembangan teknologi ini melibatkan perusahaan Inggris Aerofoil Energy dengan bantuan Williams Advanced Engineering. Berkat keahlian F1 dalam aerodinamika, teknologi ini telah berhasil memberikan efisiensi yang signifikan dalam lemari es ritel. Airfoil adalah sayap yang mampu menciptakan daya angkat melalui perubahan tekanan udara yang melalui permukaannya.
Dengan penghematan energi hingga 30%, teknologi ini telah diadopsi oleh sejumlah besar perusahaan ritel besar di Inggris. Pengujian awal yang sukses telah membuktikan keefektifan dan efisiensi teknologi ini. Dengan dukungan besar dari industri supermarket, teknologi yang sederhana ini dinominasikan untuk MacRobert Award.
Meskipun kita terpukau oleh teknologi canggih dalam dunia F1 seperti rem keramik karbon atau sistem KERS, seringkali inovasi terbesar datang dari hal-hal sederhana yang biasa. Hal ini menunjukkan bahwa kehebatan teknologi tidak selalu rumit, tetapi dapat ditemukan dalam hal-hal sehari-hari yang akrab bagi banyak orang. Teknologi airfoil dalam lemari es supermarket adalah contoh yang nyata bahwa inovasi F1 dapat merevolusi berbagai bidang dengan cara yang tidak terduga.












