Menimbang Dampak Penambahan RTH dalam Penanganan Prostitusi di Jakarta

Prostitusi liar di ruang terbuka di wilayah Jakarta menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Aktivitas ilegal yang sulit untuk dilenyapkan ini bahkan terus berlangsung di pinggir jalan arteri Jakarta. Fenomena prostitusi liar, baik heteroseksual maupun sesama jenis, telah menjadi topik klasik di Jakarta. Baru-baru ini, kasus prostitusi sesama jenis atau gay di taman Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat pun mencuat ke permukaan dan dua pelaku berhasil diamankan. Hal ini mengundang pertanyaan seputar pengawasan ruang terbuka, efektivitas penertiban, dan kontrol sosial terhadap aktivitas ilegal tersebut.

Permasalahan prostitusi liar di Jakarta terus berkembang, terutama dengan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah tersebut. Masyarakat bertanya-tanya apakah penambahan RTH memberikan kesempatan baru bagi pelaku ilegal untuk meluaskan praktik prostitusi mereka. Penertiban di lokasi khusus seperti Kalijodo hanya membuat aktivitas ilegal tersebut berpindah ke tempat lain untuk mencari perlindungan baru.

Pengenangan penertiban prostitusi liar pernah dilakukan pada pertengahan 2025. Satpol PP Jakbar bekerja keras untuk menindak pekerja seks komersial ilegal yang beroperasi di RTH Jalan Tubagus Angke. Lokasi tersebut sempat viral dikarenakan penemuan kondom berserakan di sepanjang RTH pada tahun sebelumnya. Penertiban dilakukan pada malam hari ketika para PSK sedang aktif mencari pelanggan. Beberapa PSK berhasil diamankan dan dibawa ke kantor dinas sosial setempat meskipun ada yang berusaha melawan.

Begitu juga dengan prostitusi yang terjadi di Gang Royal, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Lokasi ini menjadi tempat rawan yang digunakan untuk praktik prostitusi di pinggir rel kereta api. Petugas Satpol PP turun tangan untuk menindak para pelaku prostitusi di lokasi yang dilindungi oleh sejumlah pria yang berusaha melindungi PSK. Konfrontasi terjadi antara para pelindung PSK dengan awak media, menunjukkan kerumitan dalam menangani kasus prostitusi liar di ruang terbuka Jakarta.

Source link