Pernikahan yang berlangsung lama tidak selalu menjamin kebahagiaan, terutama saat pasangan mencapai usia lanjut. Fenomena perceraian di usia 50 tahun ke atas, yang dikenal sebagai gray divorce, menjadi semakin populer. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh AARP pada tahun 2004 dan berkembang pesat setelah penelitian yang dipublikasikan oleh Susan L. Brown dan I-Fen Lin pada tahun 2012. Faktor-faktor seperti empty nest syndrome, masalah finansial, ketidaksetiaan, masalah kesehatan, renggangnya hubungan, perubahan ekspektasi, dan berkurangnya stigma negatif terhadap perceraian menjadi penyebab umum terjadinya gray divorce. Perempuan yang mandiri secara finansial juga semakin mampu untuk mengambil keputusan hidup di luar pernikahan, menciptakan trend perceraian di usia lanjut. Meningkatnya kesadaran akan pentingnya kebahagiaan diri sendiri juga menjadi faktor pendorong bagi pasangan lansia untuk memilih perceraian sebagai solusi.
Pengertian Gray Divorce dan Faktor Penyebabnya
Read Also
Recommendation for You

Mencuci tumbler setiap hari tetap diperlukan meskipun botol tersebut hanya digunakan untuk menyimpan air putih….

Keinginan mengonsumsi cokelat, es krim, kue, minuman manis, atau makanan cepat saji kerap muncul ketika…

Keinginan kuat untuk menikmati makanan atau minuman manis dapat muncul meski seseorang tidak sedang lapar….

Setiap 7 Oktober, perhatian dunia diarahkan pada komoditas yang berada di balik pakaian, tekstil rumah…








