Arif Wicaksono, seorang pegiat politik, ekonomi, dan sosial, secara terbuka mengevaluasi kualitas kepemimpinan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam menangani isu lingkungan dan bencana hidrometeorologi di Sumatra. Dia mempertanyakan pernyataan lama Raja Juli tentang bahaya ketika jabatan diberikan kepada seseorang yang bukan ahlinya, yang kini bisa diterapkan kembali pada dirinya sendiri. Arif menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap deforestasi, izin tambang di hutan, dan respons lamban terhadap bencana yang terjadi. Dia menekankan bahwa pemimpin di bidang kehutanan seharusnya memahami secara mendalam bidang tersebut dan bukan hanya didasarkan pada relasi politik semata. Arif juga menekankan bahwa masyarakat saat ini semakin kritis dan tidak mudah dipengaruhi oleh pencitraan belaka. Menurutnya, kerusakan lingkungan telah menimbulkan dampak besar yang tidak bisa diatasi dengan pendekatan yang sekedar seremonial. Dalam konteks ini, posisi strategis harus diserahkan kepada individu yang benar-benar kompeten dan menguasai bidang tersebut. Gus Hilmi Firdausi, seorang cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), juga mengkritik para pejabat pemerintah dengan nada satir dalam konteks yang sama.
Arif Wicaksono: Pejabat Bukan Ahlinya akan Hancur
Read Also
Recommendation for You

Pemerintah Indonesia Memilih Menangani Banjir dan Longsor di Sumatera Tanpa Bantuan Asing Pemerintah Indonesia telah…

M. Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, telah menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi seputar ijazah…

Aktivis Virdian Aurellio menyampaikan kekecewaannya terhadap negara yang dianggap tidak serius dalam mengatasi kerusakan alam…

Guru besar dan sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, menyatakan keyakinannya…
Warga Desa Pinang, Kecamatan Enrekang, menunjukkan penolakan mereka terhadap rencana penambangan emas dengan memasang spanduk…






