Audi Klaim Mesin Diesel V-6 Baru Tanpa Turbo Lag

Mesin diesel mulai pudar di Uni Eropa karena tekanan untuk memangkas emisi. Pangsa pasar diesel telah menurun drastis dari lebih dari 50 persen menjadi hanya delapan persen dalam sepuluh bulan pertama tahun ini. Ini menempatkan diesel di posisi keempat setelah hibrida, bensin, dan hibrida plug-in. Meskipun begitu, Audi tidak berencana untuk menghentikan produksi mesin diesel TDI. Perusahaan ini telah menggunakan mesin diesel sejak tahun 1989 dan bahkan memenangkan Le Mans delapan kali dengan pebalap TDI. Audi telah meluncurkan mesin diesel V-6 3.0 liter terbaru yang dilengkapi dengan teknologi hibrida ringan, sebuah langkah inovatif untuk meningkatkan performa dan efisiensi. Mesin ini memberikan torsi lebih besar pada putaran mesin rendah tanpa adanya turbo lag, serta respons yang setara dengan mobil listrik bertenaga serupa. Mesin ini juga memanfaatkan minyak nabati hydrotreated (HVO) untuk mengurangi emisi CO₂ hingga 95 persen dibandingkan diesel konvensional. Meskipun mesin ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010 dan memiliki sejarah kontroversial seputar skandal Dieselgate, Audi menegaskan bahwa mesin diesel V-6 terbaru ini adalah yang paling bersih dan dapat diandalkan. Mesin ini sudah diaplikasikan di model A6 dan Q5, dengan rencana penggunaan di model lain seperti Q7 dan Q9 di masa depan. Audi memastikan bahwa mesin diesel V-6 terbaru ini tidak hanya memberikan performa tinggi, tetapi juga efisiensi yang lebih baik serta ramah lingkungan.

Source link